10 Wisata Kuliner Cilegon Malam Hari. Sebagai kota industri yang tak pernah tidur, Cilegon menyimpan sejuta pesona kuliner yang justru semakin hidup saat matahari terbenam.
Bagi Anda yang sedang singgah atau memang berdomisili di “Kota Baja”, mencari makan malam bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan sebuah petualangan rasa.
Mulai dari hidangan legendaris yang sudah ada sejak zaman kolonial hingga tempat nongkrong kekinian dengan pemandangan kota, berikut adalah ulasan mendalam mengenai 10 wisata kuliner Cilegon malam hari yang enak, murah, dan selalu ramai pengunjung.
1. Nasi Gonjleng: Kuliner Ikonik di Jantung Kota
Nasi Gonjleng adalah “primadona” malam hari di Cilegon. Secara visual, nasi ini mirip dengan nasi kebuli atau nasi minyak karena kaya akan rempah seperti kapulaga dan bunga lawang. Namun, cita rasanya memiliki sentuhan lokal Banten yang sangat khas.
- Mengapa Selalu Ramai? Kedai yang paling terkenal berada di Jalan R.A. Kartini (dekat Rumah Dinas Walikota). Tempat ini hampir tidak pernah sepi karena aromanya yang menggoda dari kejauhan.
- Menu & Harga: Seporsi nasi gonjleng biasanya disajikan dengan daging sapi berbumbu, acar segar, dan emping. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp20.000.
- Info Update: Saat ini, banyak pengunjung menyarankan datang sebelum pukul 20.00 WIB karena seringkali stok daging ludes terjatuh sebelum tengah malam.
2. Rabeg H. Naswi: Resep Warisan Sultan
Belum sah ke Cilegon jika belum mencicipi Rabeg. Makanan ini konon merupakan hidangan favorit para Sultan Banten. Salah satu tempat yang paling legendaris adalah Rabeg H. Naswi.
- Keunikan Rasa: Rabeg adalah olahan daging dan jeroan kambing (atau sapi) dengan kuah cokelat pekat. Rasanya perpaduan antara manis, pedas, dan gurih rempah yang kuat.
- Suasana Malam: Warung ini menawarkan suasana sederhana namun hangat. Meski sudah berdiri sejak 1975, rasanya tetap konsisten hingga sekarang.
- Harga: Mulai dari Rp25.000 per porsi.
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4572155/original/014145800_1694499784-WhatsApp_Image_2023-09-12_at_11.11.46_AM.jpeg)
3. Sate Bebek Asmawi: Lembut dan Tidak Amis
Jika biasanya Anda menemui sate ayam atau kambing, di Cilegon Anda wajib mencoba Sate Bebek. Pondok Makan Sate Asmawi di Jalan Ahmad Yani adalah pelopornya.
- Detail Kuliner: Banyak orang khawatir daging bebek akan alot atau amis. Namun di sini, dagingnya diolah sedemikian rupa hingga sangat empuk dengan bumbu meresap.
- Menu Pendamping: Jangan lupa memesan Sop Bebek yang kuahnya segar untuk menemani sate bakar yang gurih.
- Jam Operasional: Buka hingga pukul 22.30 WIB, cocok untuk late dinner.
4. Nasi Bakar Sumsum Mang Puri
Ini adalah kuliner malam yang benar-benar unik. Bayangkan nasi gurih dicampur dengan sumsum tulang sapi, dibungkus daun pisang, lalu dibakar di atas arang panas.
- Legenda Kuliner: Mang Puri sudah berjualan sejak tahun 1941. Aroma daun pisang yang terbakar menyatu dengan lemak sumsum yang lumer di mulut.
- Lokasi: Berada di kawasan Pasar Lama. Meski sedikit masuk ke arah Serang, warga Cilegon rela menempuh perjalanan demi nasi bakar ini.
- Harga: Sangat murah, sekitar Rp13.000 per bungkus.
5. Kampung Kecil Cilegon: Lesehan Estetik
Bagi Anda yang mencari tempat makan malam bersama keluarga besar dengan suasana yang lebih tertata, Kampung Kecil di Jalan Ahmad Yani adalah jawabannya.
- Konsep: Mengusung tema saung lesehan di atas kolam air. Suasana malamnya sangat cantik dengan lampu-lampu gantung dan musik instrumen Sunda.
- Menu Favorit: Gurame Goreng Sambal Cobek dan Ayam Bakar Madu.
- Info Terbaru: Tempat ini sering penuh saat akhir pekan (weekend), jadi sangat disarankan untuk melakukan reservasi atau datang lebih awal sebelum jam makan malam utama.
6. Saung Edi: Iga Bakar yang Juara
Terletak strategis di Jalan SA. Tirtayasa, Saung Edi menjadi destinasi wajib bagi pecinta olahan daging sapi.
- Highlight Menu: Iga Bakar porsi besar dengan bumbu kecap yang terkaramelisasi sempurna. Dagingnya sangat mudah lepas dari tulang.
- Kenyamanan: Area makannya luas dan asri, ada pilihan meja kursi maupun lesehan. Sangat cocok untuk mendinginkan pikiran setelah seharian bekerja di pabrik atau kantor.
7. Seafood Sari Widya: Segar dari Selat Sunda
Berdekatan dengan area pelabuhan, Cilegon tentu punya jagoan makanan laut. Seafood Sari Widya di Jalan Lingkar Selatan adalah favorit warga lokal untuk makan besar.
- Menu Wajib: Kepiting Saus Padang dan Udang Goreng Mentega. Bahan-bahannya dijamin segar.
- Harga & Porsi: Porsinya cukup besar sehingga cocok dimakan tengah (sharing). Harganya kompetitif dibandingkan resto seafood di Jakarta atau Serang.
8. Ayam Bakar Madu Priangan
Bagi pencinta rasa manis gurih, kedai ayam bakar di Jalan Rajawali, Cibeber ini adalah destinasi yang tepat.
- Kelebihan: Ayamnya diungkep lama sehingga bumbu meresap sampai ke tulang, lalu diolesi madu murni saat dibakar. Teksturnya juicy dan kulitnya sedikit garing.
- Update: Kini tersedia area parkir yang lebih luas dan layanan pesan antar yang sangat cepat untuk area Cilegon kota.

9. Alun-Alun Kota Cilegon: Surga Street Food
Jika Anda bingung ingin makan apa, datanglah ke Alun-Alun Cilegon. Di malam hari, tempat ini berubah menjadi pusat kuliner kaki lima.
- Beragam Pilihan: Mulai dari Bakso petir, Martabak, Sempol, hingga jajanan kekinian seperti Takoyaki dan Thai Tea tersedia di sini.
- Atraksi: Sembari makan, Anda bisa menikmati air mancur menari dengan lampu LED yang beroperasi setiap akhir pekan pukul 20.00 WIB.
10. Paradiso Coffee: Makan Malam dengan View Kota
Ingin makan malam sambil melihat kerlap-kerlip lampu industri Cilegon dari ketinggian? Paradiso Coffee menawarkan konsep rooftop yang menawan.
- Menu: Tidak hanya kopi, mereka menyediakan makanan berat seperti Rice Bowl, Pasta, dan Steak dengan harga mahasiswa.
- Suasana: Sangat Instagrammable dan sering ada live music di malam-malam tertentu, menjadikannya tempat nongkrong yang tak pernah sepi anak muda.
Tips Berwisata Kuliner di Cilegon:
- Gunakan Kendaraan Roda Dua: Beberapa lokasi seperti Nasi Gonjleng dan Rabeg H. Naswi berada di jalan yang cukup padat, motor akan lebih memudahkan Anda mencari parkir.
- Cek Jam Tutup: Meski disebut kuliner malam, beberapa tempat legendaris sudah tutup pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
- Siapkan Cash: Walaupun banyak yang sudah menerima QRIS, membawa uang tunai tetap disarankan untuk jajan di area Alun-Alun.
Cilegon mungkin dikenal sebagai kota industri yang gersang, namun di balik deru mesin pabriknya, terdapat kehangatan rasa yang siap memanjakan lidah Anda. Selamat berburu kuliner!
